The Importance of Repetition

“Jangan lupa set rhythm-nya ya, Ika”, begitu kata Mas Aries, my direct supervisor at the office. He is an amazing person. He gives me lotsa lessons. And one of them is: the importance of doing things repetitively.

By writing this post, I wanna remind myself that having a rhythmic life is essential. Memiliki sebuah keteraturan, keberulangan yang disiplin, adalah penting. 

Marbot masjid akan selalu menjalankan tugasnya untuk azan ketika matahari terbit. 

Matahari, secara disiplin akan terbit pada waktu yang hampir berulang setiap tahunnya. 

Keberaturan. Adalah yang membuat hidup ini menjadi cantik. Menciptakan sebuah pola. Sehingga memudahkan orang-orang seperti saya untuk belajar. Saya jadi lebih menerima saat tubuh dan emosi jadi ringkih setiap bulannya, ada ritme 25 hari yang membuat saya tidak bisa mengelak dari bekerjanya hormon di tubuh ini. 

Dari pola. Saya belajar banyak hal. Saya jadi tau, bahwa teratur dalam belajar, membuat pintar. Teratur merokok, membahayakan paru. Teratur beribadah, menyehatkan jiwa. Saya jadi mengerti, pola.. adalah titik-titik kecil. Yang ketika dirangkai, akan membentuk garis, ataupun gambar, apapun itu — a bigger picture. A bigger purpose. 

Saya jadi ingat filosofi batik. It always starts from a dot. Satu bentuk, berulang, dengan rupa dan jarak yang (diusahakan) sama. Do we really have a perfect pattern? No we won’t. Bahkan pembatik terampil sekalipun mungkin menitikkan malam di luar pola. Mungkin saat itu dia lelah, kurang konsentrasi. Dia tetap mencoba menjalankan rutinitas saat sedang sedih melihat anaknya yang tidak kunjung mendengar nasihat. Mungkin. Saat titik keluar pola, maka terjadilah perubahan. 

Change, darling. Is inevitable. 

Namun pembatik yang teguh akan sadar dengan segera saat dia membuat kesalahan. Menghirup nafas sejenak, melihat kain batik dari kejauhan — untuk memeriksa sudah sejauh mana pola-pola itu tersusun. Mengukur dampak kesalahan kepada hasil akhir batik nantinya. Lalu berstrategi, untuk melanjutkan ritme kembali, menyelesaikan kain batik hingga akhir. 

Batik tulis tak akan luput dari alfa. Namun itulah yang membuatnya bernilai. Memiliki jiwa. Dan cerita. 

Ritme. Membentuk degup. Merangkai nafas. Memberikan rasa pada setiap inci proses yang kita lalui. Kita boleh senang saat nanti kain batik sudah rampung dibuat. Tapi ada yang manis untuk dikenang, saat melihat lagi titik-titik yang keluar pola. Mengingat momen di baliknya. Ada yang manis untuk dikenang, ketika ingat masa lelah itu. Saat kita memutuskan berhenti. Menyimpan kainnya. Lalu menemukan semangat untuk membuka kembali. Mengulang ritme dari nol — dan sungguh berat mengumpulkan lagi semangat menitikkan malam berulang-ulang. 

Ketika ritme berhenti. Maka hukum Newton berlaku. Ada percepatan yang harus dihadirkan. Untuk menggeser massa. Agar dia tidak diam. 

Ada percepatan yang harus dihadirkan. Untuk menggerakkan kembali tangan ini, membentuk titik-titik, untuk merampungkan pola pada kain batik. Nilai percepatan, tidak nol adanya. Dia mungkin bernilai besar, mungkin saat mengingat sang anak akan mengenakan kain ini saat wisuda nanti. Atau membayangi bahwa kain ini akan menemani cucunya tidur setiap malam. She may even have a really good mood while working on the pattern, so everything seems just.. Easy and enjoyable.  

Mungkin saja, pola besarnya tidak tergambar sejak awal. Sang pembatik, hanya tau membuat titik dengan jarak dan bentuk yang sama. Tapi di satu hari, saat batik itu rampung dikerjakan, saya yakin dia tetap bernilai tinggi, dan sesuatu yang bernilai, pasti cantik dikenakan. 

I like how Coelho puts repetition as a lethal way of life. It indeed kills. 

  
 

 

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s