Supir, Dirut, dan Selingkuhan

(nama alamat adalah fiktif belaka. Jika terdapat kesamaan itu hanya kebetulan semata)

Ini lebih mirip review dari kuliah gw sore ini ketimbang sebuah postingan. Tapi berhubung kuliahnya memang menarik, jadi apa salahnya kalau gw membiarkan teman-teman ikut tahu (atau tempe, hahaha), ya kan?

Kuliah gw yang satu ini sifatnya sosial. Walau gw kuliah di TI, tapi percayalah, gw juga jarang dapet kuliah sosial atau manajemen. Karena oh karena, TI ITB berbasis manufaktur berkiblat MIT. Bukan manajemen. Sekali lagi, bukan manajemen.

Mungkin dampak dari seringnya ditimpa kuliah berbasis manufaktur, otak gw jadi girang kalo dapet kuliah model begini. Kalo diumpamain, ini seperti keadaan dimana lo adalah seorang upik abu lagi kena serangan bengek berat karna bulu kucing di sebuah ruangan sempit dan gelap, dan tiba-tiba seorang ganteng berkuda putih datang dan mengajak lo pergi sembari ngasi lo ventolin inhaler dan mengajak lo menghirup udara menyusuri pantai, hahahahaha! Berlebihan.

By the way, tujuan kuliah ini sebenarnya adalah bagaimana lo bisa mendesain organisasi yang baik dalam sebuah perusahaan. Gw sediri secara personal terkagum-kagum sama dosennya. Dia banyak mengumpamakan segala penjelasan dalam contoh ekstrim.

Ada satu penjelasan yang ingin gw bagi. Begini,

Adalah sebuah kodrad alam kalau sebuah perusahaan yang kompleks akan membutuhkan organisasi yang juga kompleks. Naah, untuk menjalankan organisasi itu, maka butuh desentralisasi. Apa itu desentralisasi, itu adalah sebuah nama kegiatan dimana lo harus membagi segala otoritas yang lo punya sebagai pemimpin.

Dosen kece gw memvisualisasikan sebuah piramida sebagai susunan hirearki. Ada dua hirearki. Hirearki jabatan bentuk piramidanya normal, kaya segitiga gitu, kebayang kan.. Semakin tinggi jabatan lo, lo akan membawahi semakin banyak orang. Dan kalo dilihat dari jumlahnya, orang yang jabatannya tinggi pasti lebih dikit daripada kacungnya alias orang-orang yang dibawah.

Piramida kedua menggambarkan hirearki otoritas. Piramida yang ini bentuknya seperti segitiga terbalik. Artinya, kalo lo punya jabatan tingi, maka otoritas yang lo punya juga semakin gede. Nah kacung-kacung yang di bawah cuma kebagian otoritas seiprit. Sesuai gambar piramidanya lah.

Dua piramida itu adalah teori dari orang yang namanya Weber. cmiiw ya. Teori ini masih bertahan sampai akhirnya lahirlah yang namanya “power”.. (jeng..jeng..)

Dirut: “Tolong ke Jalan Tamblong no.9”

Supir: “Iya, Pak”

.

keesokan harinya,

Dirut: “Jalan Tamblong no.9 yaa..”

Supir: “Siap, Pak”

.

berulang hingga berhari-hari. Sampai..

Supir: “Jalan Tamblong no.9, Pak? “

Dirut: “Eh iya. Segera ya.” Dalam perjalanan, supir membuka pembicaraan.

Supir: “Pak, ngomong-ngomong biaya pendidikan sekarang makin mahal ya..

Dirut: “Iya.”

.

karena tanggapan dingin, urung niat supir meneruskan pembicaraan. Dalam perjalanan tamblong nomor 9 selanjutnya,

Supir: “Anak saya yang kecil itu mau masuk SMP lho pak, sedang ujian”

Dirut: sambil baca koran aktual hari ini, “Hmm”

.

Tamblong nomor 9 berikutnya,…

Supir: “Ternyata biaya masuknya 15 juta, Pak..”

Dirut: “Mahal juga ya.”

.

hari berikutnya, supir tetap gigih mencoba..

Supir: “Batas pembayarannya minggu depan lho, pak”

Dirut: “Oh”. Habis sudah kesabaran sang supir,

Supir: “Ngomong-ngomong nyonya udah pernah ke Jalan Tamblong nomor 9 itu, Pak?”

Dirut: Kaget. Reflek bertanya. “Berapa tadi? 15 juta. Okelah, saya bisa bantu. Besok?”

Gyahahahahaha…!!! That’s the power of kacung.

Advertisements

16 Comments on “Supir, Dirut, dan Selingkuhan”

  1. phat says:

    ada apa gerangan di Tamblong 9?????
    kpn2 pulang lwat sana ah.. ^___^;

  2. gaw says:

    duh keren banget nih kuliahnya.. beda ma ti-nya st3

  3. dende says:

    ga ngerti ka. di jalan tamblong nomor 9 itu ada apa? rumah makan babi yang enak bener? boong deng. dari judulnya udah ngerti. selingkuhan supir kan? :))

  4. ikazain says:

    Wow, banyak commentnya. senang
    @phat:
    hahaha, itu ngasal mas. Yuk kapan” saya juga pengen tahu tampatnya.
    @gaw:
    ini juga jarang2, Ga. Makanya sampe gw tulis di sini.
    @dende:
    πŸ™‚

  5. atiek says:

    dasar.. enak bener dapet pak hari lubis.. huhuhuhuhu ingin

  6. ikazain says:

    waktu masih jadi anak wali, kita di suggest buat ikut kelasnya dia, tiek. Hahahaha.

  7. dianamel says:

    ikaa…

  8. dianamel says:

    aku add kamu di link-ku yah..hehe..klo nulis lg di media mau baca donk..

  9. ikazain says:

    @dian,
    Halo, kok gw mau comment di blog lo nggak allow non blogger ya? Hmm, tunggu ya tulisan di media selanjutnya. Tapi yang ini media lokal, bulan depan πŸ™‚

  10. dianamel says:

    maap bu..udah nyoba ganti setting ko..haha..ditunggu cinta..=)

  11. indrazaid says:

    hm…
    pas baca.. aku bayangin pak iwan, apa emang gitu ya?
    ternyata ika kan ama pak hari lubissss!!!
    dasar…

    bagus kok..
    pembukanya agak berlebihan ..hehe

  12. ikazain says:

    trimakasih Andri,
    haha.. itu ilmunya, Ndri. Biar yang baca nggak cuma dapet sensasi selingkuhnya aja.

  13. batari says:

    ka, lo udah pernah baca buku Po nya Pak Lubis kan ya? ternyata semuaaaaa cerita dia ada di buku itu. Ah, aku jadi tidak tertarik lagi mendengarkan dia kalo lagi di kelas. hahaha.

  14. ikazain says:

    iya bat, makanya gw gak pernah baca bukunya.
    lebih seneng dengerin doi langsung cerita.
    Gw link yey, bat.

  15. gus says:

    waakakaka…

    lama nagngkepnya tapi ketawa aja duluan :p

  16. adam says:

    yang menyedihkan adalah…
    hari ini pukul 10.00, Pak Hari Lubis telah meninggal dunia.
    Semoga diampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya. amiin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s