Tertampar
Nilai adalah pembentuk keberhasilan, bukan sebaliknya.
Jika Anda bersedia untuk melayani impian hati Anda dengan kecintaan untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain, Anda tidak perlu lagi meramalkan keberhasilan Anda.
Dengannya, keberhasilan adalah keniscayaan.Bekerjalah seperti Anda tidak mungkin gagal.
Jangan tolak anjuran itu, karena ia lebih baik daripada bekerja seperti tidak ada kemungkinan untuk berhasil.
Dan ini yang saya pesankan kepada yang muda,
dan yang sudah menua
tetapi yang berlaku masih seperti muda,
Berhati-hatilah dengan kesenangan kecil yang tidak berguna, karena ia akan merampas waktu dan tenaga Anda dari mengerjakan hal-hal besar yang penting bagi keberhasilan.
Bekerjalah dengan bersungguh-sungguh.
Sistem pemuliaan kehidupan ini akan bekerja untuk Anda, hanya sebaik kesungguhan Anda dalam bekerja.
Berangkatlah bekerja untuk mencapai keberhasilan.
Janganlah seperti dia yang berangkat bekerja, hanya agar tidak terlambat, agar tidak dimarahi, atau agar asal kelihatan ada. Jika alasan-alasan Anda dalam bekerja – tidak mulia, apakah Anda pantas bagi kemuliaan dari pekerjaan Anda?Perhatikanlah ini,
Alasan utama mengapa orang tidak berhasil, adalah
tidak adanya hubungan antara apa yang dikerjakannya, dengan apa yang akan membuatnya berhasil.
Anda harus menemukan sebab dan pemungkin bagi keberhasilan Anda di dalam pekerjaan Anda.
Jika tidak ada di situ,
berarti Anda sedang berada di dalam pekerjaan yang salah.
Saya kutip tulisan di atas dari sini. Ini senada dengan yang Jobs bilang, kalo kita harus tetap mencari pekerjaan apa yang kita suka. Nggak cuma yang enak dipandang orang atau bikin orang iri setengah mati (ya, Nad?). Sebisa mungkin, apa yang kita lakuin enak di hati kita sebagai pelakon, bikin seneng orang-orang terdekat, dan bikin orang inspiring, iri setengah mati. Sulit ya, tapi bukan berarti nggak bisa.
Tapi yang bikin saya tertampar dari tulisan di atas…
Ah, coba katakan pada saya line mana yang bikin kamu tertampar?
Early Read
“The money that you make from any work is likely to soon be spent, but the experiences you have will remain with you a lifetime.”
4th

You’ve captured many good moments of life.
And then bring all those good for me.
Thank you, dear.
Pisang Pengantin

Seminggu yang lalu saya pulang ke rumah dalam rangka menghadiri pernikahan seorang teman kecil.
Kebetulan orangtua kami kenal dekat, jadi saja orangtua saya juga turut sibuk menyiapkan perhelatan itu. Sibuuuk sekali. Sampai-sampai waktu saya sampai di rumah keadaan rumah sunyi, “Di rumah pak Bagyo”, penjelasan singkat adik saya.
Rumah yang punya acara tak jauh dari rumah saya memang. Saya bisa lihat tenda terpasang dan lampu sedang benderang. Jadi pikir saya pasti sedang ada acara di sana. Benar saja, pulang-pulang ayah ibu saya ribuuut masuk rumah sambil membicarakan acara tadi. Melihat saya, Ayah langung melemparkan sebuah pisang, “Nih, bapaknya punya anak gadis.”, lalu pergi. Saya melongo. Lalu Ibu saya memberikan panjelasan, “Dimakan. Itu pisang sawer midodareni. Biar cepet nular”.
Ahahahay.
Gaptek Mendadak
Dasar. Ketahuan sudah lama nggak update. Tampilan WP baru aja nggak tau. Jadi bingung deh mau ke menu ini, menu itu.
Saya lagi coba menu QuickPress nih. Hebat ya.