today tomorrow

Nostalgia

Posted in Uncategorized by ikazain on November 20th, 2007

Pada suatu malam menjelang pengumpulan Template Pabrik (Tugas Matakuliah Perancangan Tata Letak Pabrik), saya diminta menemani pacar saya latihan di sebuah studio band. Saya pikir, komputer ini masih punya sisa batere, jadi tak apalah. Saya bisa menunggu di luar studio sambil mencicil layout kantor yang butuh sentuhan super duper detil.

Ternyata hujan turun. Ruang tunggu studio yang setengah terbuka sempat membuat saya sedikit menggigil. Bersukur saya bukanlah satu-satunya pengantar pemain-pemain yang sedang beraksi dalam studio sana. Ada Yudha dan Eka yang menemani saya. Saat akhirnya batere habis, saya jadi punya teman untuk membunuh waktu. Ditemani segelas Milo hangat, kami berbicara tentang apa saja. Entah bagaimana arah pembicaraan kami jadi mengenang masa-masa SD. Yudha dan saya menghabiskan masa SD di Jakarta, sedangkan Eka waktu SD berdomisili di Makassar.

Eka : Lo hafal nama-nama ibukota propinsi nggak?

Yudha : Hafal lah gue. Ayo coba!

Lalu kami mulai tebak-menebak mana sebagai ibukota mana. Saya paling terbelakang. Nilai IPS saya waktu di SD memang pas-pasan. Selanjutnya diteruskan dengan bercerita tentang pelajaran IPA.

Saya : Kalo pertama kali belajar IPA tuh belajar apa ya..??

Lalu kami berlomba-lomba menjawab. Hmm, kalau tidak salah tentang zat. Bahwa zat itu terdiri atas tiga jenis: gas, cair, dan padat. Kemudian cerita nostalgia terus berlanjut sampai ke tata upacara bendera. Saya dan Yudha bersikeras bahwa waktu upacara hari Senin, kami melantangkan Janji Siswa, selain UUD 1945 dan Pancasila. Tapi Eka bilang, “Nggak, gue nggak pake ada Janji Siswa..” Dan inilah teks Janji Siswa yang kami perdebatkan:

Janji Siswa

  1. Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, abdi terhadap tanah air dan bangsa, setia kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945
  2. Adab terhadap orang tua, hormat terhadap guru serta menjunjung tinggi derajat dan martabat sekolah
  3. Belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bekal masa depan bangsa
  4. Berprestasi dalam rangka mengisi kemerdekaan
  5. Menjadi warga masyarakat DKI Jakarta yang baik dan pemuda Indonesia yang bertanggung jawab

Yaa, wajar saja kalau Eka tidak familiar dengan Janji Siswa. Ternyata Janji ini memang khusus diselenggarakan di kota Jakarta. Omong-omong, saya ingat betul waktu saya pertama dengar Janji ini. Sebagai anak SD, saya sudah sadar kalau janji ini berat sekali. Saya tentu saja takut jika suatu hari saya tidak bisa memenuhi janji itu. Akibatnya saya mengkaitkan telunjuk dan jari tengah saya setiap sesi ini sedang berlangsung.